Presiden Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Tantangan Ekonomi 2023

- Selasa, 17 Januari 2023 | 13:24 WIB
Presiden Ingatkan Kepala Daerah Tantangan Ekonomi 2023 (Diskominfo Babel )
Presiden Ingatkan Kepala Daerah Tantangan Ekonomi 2023 (Diskominfo Babel )

TRENDBERITA.COM-Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Ridwan Djamaluddin mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Selasa (17/1/2023).

Rakornas yang bertajuk ‘Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi’ ini dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang diihadiri ribuan peserta dari pemerintah pusat hingga daerah.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi mensyukuri saat ini ekonomi Indonesia pada posisi yang baik dibandingkan negara-negara lain, sebab hingga kuartal ketiga, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh di angka 5,72 persen, hal itu meningkat jika dibandingan pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year on year) pada tahun 2022 yang berada di angka 5,2 persen.

Baca Juga: Plt Sekda Mie Go Selesaikan Status PNS, PNS Sangat Senang

Namun, ia mengingatkan akan ujian ekonomi di tahun 2023, termasuk inflasi yang disebabkan oleh bahan pokok seperti tomat hingga cabai. Oleh karena itu, langkah pengendalian inflasi harus bisa disikapi oleh para Kepala Daerah agar bisa menyusun kebijakan sehingga harga bahan pokok khususnya dapat terjangkau.

"Apa yang harus dilakukan saya sudah tidak ingin mengulang lagi bagaimana menutup ongkos transportasi, meningkatkan produktivitas petani, misalnya tomat mahal perintahkan tanam tomat, cabe mahal perintahkan tanam cabai. Saya gak usah ulang," tegasnya.

Selain itu, dirinya menyampaikan bahwa guncangan ekonomi karena pandemi dan perang sudah menyebabkan 47 negara masuk menjadi pasien IMF. Hal yang pernah dialami Indonesia pada krisis moneter 1997-1998.

Baca Juga: Hukum Menonton Film Porno dalam Islam Menurut Buya Yahya

"Kita ingat tahun 1997-1998 Indonesia menjadi pasiennya IMF, ambruk ekonomi dan ambruk politiknya. Ini 47 negara dan yang lain masih antre di depan pintunya IMF," tuturnya.

Untuk itu, Presiden menegaskan, semua elemen mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah, harus sudah memiliki frekuensi yang sama. Terutama, dalam menghadapi situasi yang tidak mudah ini.

Halaman:

Editor: Muhammad Tahir

Sumber: Diskominfo Babel

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesta Adat Murok Jerami, Wujud Ketahanan Pangan Desa

Selasa, 31 Januari 2023 | 03:39 WIB

Molen Lantai 193 CPNS Kota Pangkalpinang

Selasa, 31 Januari 2023 | 03:12 WIB

Sekda Naziarto: ASN Melayani, Bukan Dilayani

Senin, 23 Januari 2023 | 19:49 WIB
X