Menapaki Jejak Sejarah Raja Badau di Museum Badau

- Kamis, 19 Januari 2023 | 09:07 WIB
Foto Museum Badau  (Ist)
Foto Museum Badau (Ist)

TRENDBERITA.COM-Belitung memiliki 2 Museum bersejarah yang wajib Wisatawan kunjungi, selain Museum Tanjung Pandan terdapat Museum Badau yang berisikan sejarah tentang kerajaan yang ada di Badau. 

Museum Badau yang terletak di Jalan Abdurrahman, Desa Badau, Kecamatan Badau terlihat begitu tenang, asri dan nyaman. Museum yang dibangun pada tahun 1988 memiliki luas lahan ±4.000m² dan luas bangunan museum ±200m².    

Sejarah Raja Badau diawali dengan kisah seorang raja dari tanah Jawa bernama Daloeng Muyang Gresik yang bermaksud mencari obat untuk penyakitnya ke Palembang hingga ke Gunung Badau.

Baca Juga: Sejarah Tradisi Muang Jong Suku Sawang di Belitung

Kemudian beliau membangun rumah tangga dan lambat laun penyakit yang dideritanya sembuh sama sekali. Selang beberapa tahun kemudian, datang utusan raja Palembang menyerahkan seperangkat alat kekuasaan dan kebesaran raja. Semenjak itu beliau dinobatkan menjadi raja/kepala pemerintahan yang tunduk dibawah raja Palembang dengan nama Datuk Muyang Gresik yang kemudian dikenal masyarakat dengan julukan Ngabehi Badau.

Demikian selanjutnya turun temurun keturunan raja Badau mewarisi peninggalan-peninggalan dari raja sebelumnya, hingga sekarang hanya sebagian warisan yang tersisa yang ditampilkan di Museum Badau dengan  Kik Johar Djoeki - keturunan Raja Badau ke-9 - sebagai Juru Kuncinya.

Menengok sedikit ke ruangan kecil yang terletak di bagian depan museum berukuran 2x2 meter, di sana tersimpan sebuah mimbar dan kubah kayu tua dari mesjid lama di depan museum. “Usianya kira-kira lebih 100 tahun”, kata penjaga Museum Badau, Bapak Arbie Rosip.

Baca Juga: Peduli UMKM, Politisi Golkar H Surianto Minta Pemda Tingkat Pelayanan Pemasaran Produk UMKM di Basel

Masuk kedalam ruangan depan museum mulai terasa nuansa Badau di masa silam, disini dapat dilihat beberapa koleksi peninggalan Raja Badau ke-9 yang tersimpan rapi didalam lemari-lemari kaca / etalase. Diruangan ini lebih didominasi dengan busana, aksesoris dan persenjataan, salah satu koleksi tersebut  adalah pakaian sehari-hari yang dikenakan Raja Badau semasa hidupnya.

Masuk ke ruangan berikutnya, masih juga ditampilkan sejumlah peralatan seperti: Bendera Merah Putih berbentuk segitiga siku-siku (merah terpisah dari putih), Tiga buah pedang pegawai, beberapa keping kayu gaharu (Garu) yang dianggap berkhasiat bagi suatu hal, Keris, Tombak, Dulang tembaga, Batil, Gong Besar, Keliung, Sumpidan, Pedang, Urak (penghancur sirih), Pendupa, Tongkat  Mimbar dan beberapa yang lainnya. Hampir keseluruhan benda-benda peninggalan tersebut terbuat dari bahan kuningan sehingga kondisinya sebagian masih dalam keadaan baik.

Halaman:

Editor: Muhammad Tahir

Sumber: Dinas pariwisata kabupaten belitung

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesona Gunung Kubing Membalong

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:28 WIB

Tempat Wisata Alam di Bangka Selatan Terbaru!

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:08 WIB

ONE DAY ONE HADITS: Ridho Suami Surga bagi Istri

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:24 WIB

"Ngeremis" Daya Tarik Wisata Unik di Belitung

Selasa, 31 Januari 2023 | 10:32 WIB

Tranformasi Desa Terong Menjadi Desa Wisata Kreatif

Selasa, 24 Januari 2023 | 15:18 WIB

Mengenal Keindahan Mercusuar Tanjong Lancor

Senin, 23 Januari 2023 | 20:49 WIB

Perahu Kater Daya Tarik Pantai Burung Mandi Manggar

Minggu, 22 Januari 2023 | 10:37 WIB

Menapaki Jejak Sejarah Raja Badau di Museum Badau

Kamis, 19 Januari 2023 | 09:07 WIB

Sejarah Tradisi Muang Jong Suku Sawang di Belitung

Rabu, 18 Januari 2023 | 11:41 WIB

Hukum Membuat Tato dalam Islam Menurut Buya Yahya

Selasa, 17 Januari 2023 | 23:27 WIB
X